Ratusan AREMA Aksi Tolak Renovasi Stadion Kanjuruhan

0
Ratusan suporter dan unsur masyarakat sipil menolak renovasi stadion kanjuruhan

SUARA3NEWS, Kota Malang – Ratusan Aremania julukan bagi suporter klub sepak bola Arema melakukan aksi turun ke jalan di depan Balai Kota Malang pada Kamis (8/6/2023).

Selain turun ke jalan dengan membawa poster beserta spanduk ratusan peserta aksi membagikan selebaran menolak renovasi Stadion Kanjuruhan. Tampak beberapa spanduk yang bertuliskan “Tolak Renovasi Stadion Kanjuruhan, Masih Adakah Keadilan?, Tragedi Kanjuruhan Pelanggaran HAM Berat”.

Setidaknya ada 5 alasan mendasar mengapa suporter, penikmat sepak bola, serta unsur masyarakat sipil bersama-sama menolak rencana renovasi Stadion Kanjuruhan.

Pertama, peristiwa kekerasan dan penembakan gas air mata yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan Brimob yang berujung pada tewasnya 135 korban jiwa yang berada di Stadion Kanjuruhan masih dalam proses hukum. TKP terjadinya tindak pidana merupakan salah satu unsur penting dalam upaya penutasan kasus.

Kedua, rekonstruksi peristiwa penembakan gas air mata hingga Pengadilan Negeri Surabaya yang menyidangkan berkas laporan model A yang menjatuhkan vonis kepada para terdakwa belum pernah dilakukan di Stadion Kanjuruhan sebagaimana merupakan TKP tindak pidana pembunuhan.

Ketiga, di Polres Malang laporan model B yang diajukan keluarga korban masih tertahan. Masih berlangsungnya proses tersebut akan mensyaratkan Stadion Kanjuruhan sebagai tempat kejadian perkara untuk mendapatkan proses lanjutan.

Keempat, renovasi Stadion Kanjuruhan yang juga termasuk pelaksanaan tahap pembongkaran, akan berpotensi menghilangkan berbagai barang bukti yang tersisa dan mengubah TKP peristiwa tragedi Kanjuruhan pada 1 oktober 2022 silam.

Sambil menggelar spanduk, peserta aksi Arema mengelilingi monumen tugu

Kelima, keluarga korban Tragedi Kanjuruhan mendesak agar rencana renovasi Stadion Kanjuruhan dibatalkan dan kemudian digunakan sebagai Monumen peringatan untuk mengenang peristiwa kelam yang pernah terjadi di dalam dunia persepakbolaan Indonesia. Sehingga Stadion Kanjuruhan dapat menjadi jejak sejarah yang dapat diakses dan dipetik pelajaran pentingnya oleh generasi mendatang.

Salah satu keluarga koban tragedi kanjuruhan yang ikut dalam aksi turun kejalan, Bambang Lesmono mengatakan menolak lupa atas peristiwa yang merenggut anak serta kerabatnya.

“Anak-anakku semua almarhum bahwa kamu meninggalkan kami atas kebiadaban orang-orang yang tidak bermoral dan beradab,” ujar Bambang Lesmono dalam orasinya.

“Anak-anakku istirahatlah yang tenang, kami yang hidup bersama rekan-rekan akan terus meneruskan perjuangan dari ketidakadilan dan kebiadaban. Kalian pahlawan di bumi Arema,” tambahnya dengan semangat.

Aksi ratusan Arema diakhiri dengan mengelilingi monumen Tugu di depan Balai Kota Malang.

Sebelumnya diketahui bahwa renovasi Stadion Kanjuruhan akan tetap dilaksanakan di tengah penolakan keluarga korban.

Tidak main-main, anggaean yang disiapkan menggunakan APBN sebesar Rp. 1 triliun.

Bupati Malang HM. Sanusi mengatakan bahwa penyusunan dokumen perencanaan renovasi Stadion Kanjuruhan sudah dikerjakan dan menghabiskan anggran sebesar Rp. 8,6 miliar.

Previous articleMahasiswa Ilmu Komunikasi UMM Kunjungi Ruang Redaksi Suara3News
Next articleUKM & IKM Nusantara Gelar Event Bertajuk “Iki Malang Ker !, Malang Kucecwara”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here