SUARA3NEWS, Kota Malang – Kemacetan parah terjadi di sekitar wilayah Universitas Brawijaya dampak hari pertama ospek mahasiswa baru.
Kemacetan sudah terpantau sejak pagi hari sekitar pukul 6.00 hingga pukul 07.00 pagi hari saat mahasiswa baru akan memasuki gerbang kampus, Senin (14/8/2023).
Kondisi kemacetan sangat parah terjadi pada jam kepulangan mahasiswa baru sekitar pukul 17.00 sore.
Terpantau dari website cctv.malangkota.go.id, kepadatan lalu lintas yang tak terkendali dan cenderung berhenti total terjadi di jalan veteran, Kota Malang.
Dilihat dari cctv, dampak kemacetan yang terjadi berada di jalan Veteran kedua sisi, kemudian jalan Bendungan Sutami menuju arah utara, Sumbersari hingga jalan Gajayana 2 arah berhenti total.
Arah Merjosari dan Tlogomas Kota Malang juga terdampak kemacetan parah akibat stagnasi lalu lintas di wilayah Universitas Brawijaya.

Sukimin salah satu sopir transportasi online merasa lelah dengan keadaan kemacetan di seputaran Universitas Brawijaya.
“Saya dari jalan veteran menuju dinoyo membutuhkan waktu selama 1,5 jam dan itu sangat melelahkan,” ujar Sukimin.
Sukimin merasa bahwa kemacetan ini sangat merugikan bagi dirinya saat bekerja sebagai sopir tranportasi online.
“Kalau dilihat dari jadwalnya, kepadatan lalu lintas ini akan terjadi hingga 7 hari mendatang saat selesai ospek,” pungkas Sukimin yang terlihat lesu akibat kemacetan.
Dari pantauan suara3news dilapangan, memang, ribuan mahasiswa baru secara bersamaan keluar dari kampus dan hal itu mengakibatkan kemacetan yang luar biasa.
Hal ini juga diperparah oleh parkir mobil penjemput mahasiswa baru yang menggunakan badan jalan hingga 2 lajur dan sekelompok organisasi mahasiswa extra kampus yang melakukan rekruitment anggota baru di jalanan.
Dikonfirmasi oleh media ini, Humas Universitas Brawijaya, Kotok Gurito menjelaskan bahwa memang hari ini adalah hari pertama mahasiswa baru berkegiatan di kampus.
“Sebanyak 15.000 mahasiswa baru hari ini melakukan aktivitas di kampus dan baru selesai hingga pukul 17.00 WIB,” ungkapnya.
Ditanya soal imbas kemacetan yang terjadi, humas Universitas Brawijaya menyerahkan hal tersebut kepada Dinas Perhubungan Kota Malang dan pihak polisi lalu lintas Polresta Malang Kota.
“Kalau diluar kampus kami tidak bisa mengendalikan mahasiswa, soal mahasiswa extra kampus yang melakukan rekruitment dijalan, segera saya akan koordinasikan dengan pihak yang berwenang,” katanya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Drs. R. Widjaja Saleh Putra membenarkan perihal kemacetan parah di wilayah Universitas Brawijaya.

Dikatakan olehnya bahwa belum ada koordinasi dari pihak universitas terkait laporan adanya kegiatan ospek mahasiswa baru.
Widjaya merespon keluhan masyarakat akibat kemacetan parah dengan segera menurunkan personil di wilayah-wilayah yang menjadi kunci kemacetan.
“Saya belum menerima laporan adanya kegiatan ospek, dan akan segera saya tindaklanjuti dengan menurunkan personil dishub ke lapangan,” ucapnya.
“Dan saya juga berharap bahwa setiap kegiatan yang berakibat menimbulkan kebangkitan dan tarikan lalu lintas atau menimbulkan kepadatan lalu lintas atau peralihan lalu lintas, penyelenggara diharapkan jauh-jauh hari melakukan permohonan kepada Polresta dan Dishub,” terangnya.
Ditanya apakah sudah ada koordinasi dari pihak kampus kepada Dishub Pemkot Malang, Widjaja mengatakan sampai hari ini belum ada permintaan.
“Setahu saya belum ada koordinasi dan permintaan dari Universitas Brawijaya terkait kegiatan ospek mahasiswa baru,” pungkasnya.











