SUARA3NEWS, Kota Malang– Ketua Pansus Pasar, Arief Wahyudi mengutarakan wacana perubahan site plan pembangunan Pasar Blimbing pada rapat pansus hari Senin, (02/10/2023).
Rapat Pansus digelar di ruang rapat internal Gedung DPRD Kota Malang. Agenda pembahasan pada rapat kali ini perihal tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan Pasar Blimbing, Pasar Gadang, dan Pasar Besar.
Rapat dihadiri oleh anggota pansus pasar DPRD Kota Malang yang dipimpin oleh Arief Wahyudi. Hadir juga Asisten 1 Pemkot Malang (Dr. Ida Ayu Made wahyuni, S.H, M.Si), Asisten 2 Pemkot Malang (Ir. Diah Ayu Kusuma Dewi, M.T), Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang (Dr. Eko Sri Yuliadi, S.Sos, M.M) dan perwakilan PT. Karya Indah Sukses (KIS) serta Direktur PT. KIS, Litiansyah King.
Arief Wahyudi menuturkan permasalahan pembangunan Pasar Blimbing sampai hari ini menemui kendala yang belum mampu ditembus oleh pemerintah kota sehingga perlu dicarikan solusi.
Sejalan dengan hal tersebut, Asisten II Pemkot Malang (Ir. Diah Ayu Kusuma Dewi, M.T) menjelaskan kendala yang terjadi ada pada tempat relokasi dan pedagang.
“Saya rasa kita semua sudah paham masalahnya apa. Pemkot Malang belum bisa memindahkan pedagang ke tempat relokasi, pedagang tidak akan pindah kemana-mana di manapun tempat relokasinya,” ujar Diah.
“Pedagang tidak akan pindah sebelum sepakat dengan site plan yang mana pedagang menginginkan berada di lantai 1 semua, sedangkan site plan yang sudah disepakati dengan adanya PKS tersebut masih 2 lantai,” tambahnya.
Ketika diminta tanggapan mengenai kendala yang dialami, Kadiskopindag Kota Malang Dr. Eko Sri Yuliadi, S.Sos, M.M memohon waktu untuk berkomunikasi dan berdiskusi dengan pihak PT. KIS untuk membahas solusi yang tepat.
Menanggapi hal tersebut Diah Ayu menjelaskan bahwa untuk menyelesaikan persoalan pasar blimbing perlu segera membentuk rencana aksi yang disepakati bersama. Penyelesaian juga perlu di selesaikan dan dibahas secara bersama-sama.
“Kalau ini sebagai awal penyelesaian masalah ayo kita bikin semacam rencana aksi, kita sepakati bersama sehingga terlihat progresnya. Mohon maaf sebelum nya, ketika Pak Eko ditunjuk sebagai Kepala Dinas, dan dikumpulkan oleh Pak Sekda, kemudian minta waktu 2 minggu dan ini sudah 6 bulan belum terlihat progresnya. Dan akan lebih baik jika menyelesaikannya bersama-sama,” ujar Diah Ayu.
Arief Wahyudi kemudian menutup rapat dengan menjabarkan hasil rapat yakni Pansus akan menyusun rencana aksi yang akan dilakukan untuk mencapai kesepakatan bersama yang akan memuculkan solusi untuk kebaikan bersama.
Saat dijumpai awak media seusai rapat pansus, Arief Wahyudi menuturkan bahwa muncul titik terang dalam persoalan pasar blimbing kali ini.
“Karena PT.KIS masih membuka ruang komunikasi itu sudah baik, maka hal itu sangat penting. Kita juga sudah ada berita acara yang akan kita jadikan pedoman awal antara pemerintah dan pansus yang akan disampaikan kepada PT. KIS,” ujar Arif.
Pihaknya juga berujar munculnya wacana perubahan site plan pada pembangunan Pasar Blimbing. Hal tersebut juga merupakan aspirasi pedagang yang terungkap dalam rapat pansus.
“Kalau tidak ada perubahan site plan saya kira tidak bisa. Kalau toh ada akuisisi maka site plan pun akan berubah. Yang penting semua pedagang berada di lantai satu,” tegas Arif Wahyudi politisi PKB.











